Article
10 Sep 2025
1. Tahan Reaksi, Pilih Respon yang Tegar
Saat hati panas, lidah bisa jadi tajam.
Tapi sikap tenang justru menunjukkan kelasmu.
Katakan:
“Terima kasih masukannya, Pak/Bu. Saya
akan evaluasi kembali agar bisa lebih baik.”
2. Simpan Fakta, Bukan Amarah
Catat kronologi, bukti kerja, dan
keputusanmu — untuk pegangan, bukan untuk menyerang.
Diam dengan data jauh lebih kuat daripada debat kosong.
3. Bangun Kredibilitas Diam-Diam
Biarkan hasil kerjamu berbicara. Reputasi
yang kuat akan mematahkan tuduhan yang lemah.
Terus perform. Konsistensi adalah pembela terbaik.
4. Klarifikasi di Waktu yang Netral
Tunggu momen yang tepat. Bukan untuk melawan,
tapi untuk memahami dan menyampaikan.
Katakan:
“Saya sempat memikirkan kembali arahan
kemarin, boleh saya minta arahan lebih lanjut agar saya bisa menyesuaikan lebih
baik?”
5. Jaga Diri, Bukan Ego
Tujuanmu bukan menang debat, tapi tetap
bernilai dan bertumbuh meski dalam sistem yang tidak ideal.
Tak semua yang benar harus dibuktikan saat itu juga.