Article
30 Jul 2025
1. Suaramu adalah “wajahmu”
Orang gak bisa lihat ekspresi kita di telepon, tapi mereka bisa
merasakan nada dan energi dari suara kita.
Senyumlah saat bicara, dan pastikan suaramu hangat, antusias, tapi tetap
sopan.
Kalau kamu terdengar kaku atau lemas, orang langsung malas dengar. Tapi
kalau kamu terdengar ramah dan percaya diri—mereka akan mau dengar lebih jauh.
2. Script itu panduan, bukan dibaca mentah-mentah
Script itu bantu biar gak ngelantur. Tapi kalau dibaca seperti robot,
pelanggan bisa langsung ngeh dan merasa digiring.
Pahami alurnya, hafalkan poin pentingnya, lalu sampaikan dengan gaya
ngobrol.
Niat kita bukan menghafal, tapi menyambungkan hati ke hati.
3. Sambung dulu, baru sambungkan produk
Jangan langsung nawarin. Mulailah dengan sapaan yang hangat, obrolan
ringan, atau tanya kabar.
Setelah itu, pelan-pelan masuk ke manfaat produk atau solusi yang kamu
bawa.
Bukan soal pintar jualan, tapi pintar bangun hubungan.
4. Penolakan itu bukan akhir dunia
Ditolak? Wajar banget. Jangan kecil hati.
Terima dengan santai, ucapkan terima kasih, dan kalau bisa—cari tahu
kenapanya. Bisa jadi mereka belum butuh sekarang… tapi minggu depan bisa jadi
lain cerita.
Orang yang sabar dan tetap sopan saat ditolak, biasanya diingat lebih
lama.
5. Latihan bikin makin luwes dan percaya diri
Telemarketing bukan ilmu langit. Semakin sering kamu latihan, evaluasi,
dan dengar suara sendiri, makin luwes kamu bicara.
Kalau gagal? Belajar. Kalau berhasil? Ulangi!
Suatu hari kamu akan bilang: “Dulu aku gugup banget… sekarang malah
kangen angkat telepon!”
Intinya…
Telemarketing itu seni membangun kepercayaan lewat suara.
Bukan sekadar “jual”, tapi menyampaikan solusi.
Bukan cuma “bicara”, tapi menyentuh hati.
Suaramu bisa membuka pintu rezeki—asal kamu tahu cara mengetuknya.