Article
29 Jul 2025
Bukan Sekadar Menutup Penjualan, Tapi Membuka Kepercayaan
Oleh Hari Subagya
1. Bangun kepercayaan sebelum ajak deal
Orang membeli bukan cuma karena produkmu bagus, tapi karena mereka
percaya sama yang jual.
Sebelum ngomongin harga atau diskon, pastikan dulu kamu sudah dipercaya.
Tunjukkan kepedulian, dengarkan dengan tulus, dan tawarkan solusi yang
relevan.
Baru deh masuk ke penawaran.
2. Jual manfaatnya, bukan fiturnya
Pelanggan gak terlalu peduli produkmu punya 12 fitur keren.
Yang mereka ingin tahu: “Apa untungnya buat saya?”
Alih-alih bilang: “Kursinya pakai bahan premium…”
Lebih baik: “Kursi ini dirancang supaya kamu tetap nyaman dan fokus
meski duduk lama, pas banget buat kerja seharian.”
3. Baca sinyal beli, jangan kebanyakan ngomong
Kadang kita terlalu semangat sampai gak sadar… calon pembeli sebenarnya
udah siap beli!
Perhatikan bahasa tubuh, nada suara, dan pertanyaan mereka.
Kalau sudah tanya harga, garansi, atau cara bayar—itu sinyal emas.
Segera arahkan ke closing.
4. Tangani keberatan dengan empati, bukan debat
Kalau mereka bilang, “Mahal ya,” jangan langsung membantah.
Tahan dulu. Dengarkan dengan tenang. Lalu tanyakan, “Boleh tahu
maksudnya mahal di bagian mana, Bu?”
Sering kali keberatan itu bukan soal harga, tapi soal persepsi nilai.
Tugas kita bukan ngotot, tapi menjelaskan dengan sabar dan menghargai.
5. Tutup dengan percaya diri, bukan ragu-ragu
Banyak sales udah presentasi panjang lebar, tapi bingung pas nutup.
Padahal closing itu simpel, tinggal ajak dengan sopan dan percaya diri.
“Kalau Ibu cocok, kita bisa mulai hari ini ya.”
“Saya bantu proseskan sekarang, boleh?”
“Biar gak kehabisan, kita booking dulu yuk.”
Kalimatnya sederhana, tapi kalau dilatih terus… hasilnya luar biasa.
Penutup
Closing itu bukan soal “maksa orang beli”.
Tapi tentang membantu mereka mengambil keputusan terbaik.
Kalau dari awal kita datang dengan niat membantu, closing jadi terasa
ringan, hangat, dan jujur.
Ingat: Closing bukan akhir… tapi awal dari hubungan baik yang panjang.