Article
28 Jul 2025
1. Jadwalkan waktu belajar, jangan tunggu sempat
Kalau kita terus menunggu waktu luang untuk belajar, biasanya gak akan
pernah kejadian. Sisihkan saja 15–30 menit seminggu—anggap seperti janji temu
dengan diri sendiri. Bisa pagi sebelum mulai kerja, di sela istirahat siang,
atau malam sebelum tidur.
Karena tumbuh itu bukan bonus… tapi kebutuhan.
2.
Belajar sedikit-sedikit, tapi rutin
Belajar gak harus selalu ikut pelatihan besar. Dengar podcast 10 menit
saat perjalanan, baca 1 halaman buku sebelum tidur, atau nonton video pendek
waktu rehat pun cukup untuk mengisi ulang energi belajar kita.
Kuncinya bukan durasi, tapi konsistensi.
3.
Sambungkan dengan hal yang kamu kerjakan
Biar gak terasa jauh dan teoretis, hubungkan pembelajaran dengan aktivitas
harianmu.
Lagi sering presentasi? Pelajari teknik komunikasi.
Punya tim? Pelajari dasar-dasar coaching.
Sering di lapangan? Asah cara menjual dengan pendekatan yang lebih
manusiawi.
Saat belajar terasa relevan, kita jadi lebih semangat mempraktikkannya.
4.
Dikelilingi orang-orang yang juga mau tumbuh
Gabung komunitas, ikut webinar, atau cukup ngobrol sama teman yang juga
suka belajar. Energi positif itu menular. Dan pertumbuhan jauh lebih
menyenangkan saat dilakukan bareng-bareng.
Jangan berjalan sendiri—berbagi semangat itu mempercepat langkah kita.
5.
Luangkan waktu untuk refleksi
Sebelum minggu berganti, coba tanya ke diri sendiri:
Apa hal baru yang aku pelajari minggu ini?
Apa yang bikin aku bangga?
Apa satu hal kecil yang ingin aku tingkatkan minggu depan?
Refleksi kecil seperti ini bisa jadi bahan bakar besar untuk terus
bertumbuh—bukan sekadar sibuk, tapi berkembang dengan arah.
Isi ulang diri itu bukan tanda lemah. Justru itu tanda bahwa kamu
menghargai dirimu sendiri. Jadi, jangan tunggu kehabisan energi dulu baru
berhenti. Jadikan pertumbuhan sebagai kebiasaan—sedikit demi sedikit, tapi
setiap minggu.