Article
25 Jul 2025
1. Fokus pada Tujuan (Focus on the Goal)
Mulailah dengan menyepakati apa yang ingin dicapai. Tujuan ini jadi arah pembicaraan, bukan sekadar obrolan.
Contoh pertanyaan:
“Apa yang ingin kamu capai dari sesi
ini?”
“Target seperti apa yang bikin kamu
merasa lebih puas atau lega?”
2. Dengarkan Sepenuh Hati (Listen with Presence)
Tunda dulu memberi solusi. Dengarkan dengan empati dan sungguh-sungguh. Kadang, yang dibutuhkan coachee adalah didengar dulu tanpa dihakimi.
Contoh pertanyaan:
“Apa saja yang sudah kamu coba sejauh
ini?”
“Apa tantangan paling berat yang kamu
rasakan saat ini?”
3. Buka Peluang Baru (Open up Possibilities)
Ajak coachee berpikir luas, keluar dari pola lama. Kadang solusi muncul saat mereka berani melihat dari sudut pandang berbeda.
Contoh pertanyaan:
“Pilihan apa saja yang mungkin bisa kamu
ambil?”
“Kalau kamu bebas mencoba tanpa takut
gagal, apa yang akan kamu lakukan?”
4. Tentukan Langkah Nyata (Way Forward with Commitment)
Sesi coaching yang baik harus berujung pada aksi. Bantu coachee merumuskan langkah pertama yang bisa langsung dicoba.
Contoh pertanyaan:
“Langkah pertama apa yang bisa kamu
ambil minggu ini?”
“Apa yang bisa membantumu tetap jalan
dan nggak berhenti di tengah jalan?”
5. Ajak Refleksi & Beri Afirmasi Ringan
Akhiri dengan mengajak mereka merefleksikan sesi. Puji dengan tulus, tapi jangan membuat mereka bergantung pada validasi.
Contoh ajakan & afirmasi:
“Apa hal paling berarti yang kamu sadari hari ini?”
“Bagus, kamu sudah berani jujur dan
terbuka. Itu langkah penting banget.”